Kamis, 17 Februari 2011

Pemanfaatan Lahan Kosong

Pemanfaatan Lahan Kosong
IDE: PENGEMBANGAN TANAMAN BUAH NAGA OLEH KELUARGA PETANI MELALUI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN KOSONG ATAU TAMBULAMPOT
Menyempitnya lahan pertanian juga menyebabkan menurunnya tingkat pendapatan keluarga petani yang sekaligus menjadi buruh tani. Lahan pekarangan rumah yang ada belum mampu dimanfaatkan dengan maksimal baik ditanami buah-buahan dan sayur-sayuran. Menjawab tantangan diatas perlu ada solusi yang tepat agar lahan sawah tetap terjaga dan menciptakan produk tanaman unggulan baik dari sektor padi-padian ataupun hortikultura yang dapat dimanfaatkan pada lahan pekarangan kosong atau pot. Saat ini telah hadir tanaman buah unggulan yang dapat dimanfaatkan pada lahan pekarangan kosong atau pot.

Sekarang ini Pemuda Tani telah menanam tananam hortikultura berupa buah naga merah super genjah yang merupakan tanaman unggulan berekonomi tinggi. Buah naga ini dapat dimanfaatkan pada lahan kosong dan tidak memerlukan lahan yang besar dengan tetap menghasilkan hasil yang maksimal. Saat ini buah naga telah banyak dikenal di pasaran dengan harga perkilonya yang tinggi. Tanaman ini termasuk tanaman tahunan dengan produksi buah setahun 9 kali panen. Umur tanaman ini berkisar antara 15 – 20 tahun. Begitu tinggi produk yang dihasilkan dan umur tanaman yang panjang merupakan peluang untuk dibudidayakan. Hasil telah dibuktikan bahwa tanaman ini juga tumbuh dan berproduksi maksimal jika ditanam dalam pot ataupun di lahan pekarangan rumah. Tanaman ini rakus akan unsur hara yang terdapat dalam pupuk kandang dari kotoran sapi.

Dalam pengembangan budidaya buah naga ini Pemuda Tani memilih bermitra dengan Kelompok Tani dan Pemilik Lahan bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan pendapatan petani selain mendapatkan hasil dari padi ataupun jenis lain. Pengembangan tanaman akan dibudidayakan pada media pot atau lahan pekarangan rumah yang kosong yang diharapkan mempunyai dampak yang positip dari segi peningkatan hasil dan pendapatan petani. Adapun manfaat dampak positip tersebut antara lain.
1. Mendorong masyarakat khususnya keluarga petani memanfaatkan lahan pekarangan rumah kosong atau pot dengan menanam buah naga.
2. Meningkatnya produk buah naga berarti juga akan meningkatkan pendapatan keluarga petani dan terpenuhinya kebutuhan pasar akan buah naga.
3. Keluarga petani dapat memanfaatkan pupuk kandang yang tersedia dari ternak sapi yang dimilikinya.
4. Budidaya buah naga akan menekan pencemaran lingkungan karena konsep pemeliharaan yang dikembangkan menggunakan organik murni (Back to Nature).
5. Buah naga selain sebagai buah dengan nilai ekonomi tinggi juga dapat sebagai obat. Sangat baik dikonsumsi untuk segala umur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar